Kegalauan Hati Seorang Penulis (?)

3

Judulnya iiiuuuuwh banget gak sih??? πŸ˜„

Aku paling males yang namanya GALAU. Ngapain sih? rasanya tuh nggak enak tau. Perut mules. Kepala pusing. Tangan mendadak dingin kaya mayat. Terus bibir nggak pengen ngunyah apa-apa. Ih nyebelin pokoknya.

Tapi, apa yang dihindari nggak mungkin bisa ditolak. Menghindar bisa, tapi nolak nggak. Lagi pula ini hidup, nggak selamanya kita bisa menghindar. So, aku nyoba nikmati kegalauan.

Layaknya kelopak bunga yang ingin mekar tapi urung dikarenakan hujan (?) aku pun begitu. Aku ingin menuntaskannya. Menyelesaikannya. Merampungkannya. Tapi, apadaya. Outline pun tak mampu aku kerjakan dengan benar.

Satu hari aku hanya mendengarkan lagu yang sama. Menatap layar yang sama. Duduk di tempat yang sama. Tapi ada satu perbedaan, aku yang biasanya begitu-bisa menghasilkan berlembar-lembar karya, malah tidak menghasilkan apa-apa saat itu.

Tema ini tidaklah sulit. Tema ini juga tidak terlalu menguras otak. Hanya saja, tema dan novel ini kurasa sangat spesial.

Dua novelku yang sudah dan akan lahir itu bukannya tidak spesial. Tapi, yang satu ini aku ingin memberikan yang terbaik, yang paling baik dan yang sangat baik, yang aku bisa.

Itu sulit!

Beban? Sedikit.

Endingnya, aku memaksakan diri untuk tersaruk ke dalamnya. Ke dalam cerita yang sudah kurampungkan sinopsisnya.

Tenanglah Vhy, semua akan baik-baik saja. Novel ketiga ini akan menjadi persembahan terbaik. Harus. Dan yang setelah ini juga akan jauh lebih baik. Selalu lebih baik.

*OKECURHATSELESAI*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s