Saying I L U Part 2

Empat tahun lalu

“Yuza..”

“Ara…”

Perkenalan yang tidak terlalu berarti di taman komplek rumah kami. Aku sering bermain di sani setiap sore, dan entah sejak kapan Yuza memperhatikanku. Akhirnya, sore itu kami berkenalan dan bertukar nomor ponsel.

Perkenalan kami didalangi seorang teman Yuza yang aku kenal, kak Ivan. Melalui kak Ivan, kami menjadi kenal dan berhubungan baik. Hubungan yang aku tebak bukan untuk berteman. Namun, aku saat itu memiliki seseorang yang aku namai pacar.

Yuza salah mengambil waktu tapi aku membuat dia tidak salah dalam mengambil waktu. Aku terlanjur menyukai Yuza dan aku mengakhiri hubungan dengan pacarku tepat saat kelulusan.

Takdir berlaku baik, hingga membiarkan aku dan Yuza berada di kampus yang sama. Awalnya, aku kira hubungan kami sedekat itu dan tidak akan lama lagi dia akan benar-benar menjadi milikku.

Aku salah…

“Yuza kan pacaran sama Andien..”

Seketika. Saat itu juga. Aku menghapus nama Yuza dalam hidup ini. Tetapi, aku goyah ketika hubungan dia dan gadis bernama Andien itu berakhir. Itu pertama kalinya aku memaafkan Yuza. Dan untuk tahun-tahun berikutnya yang tanpa hubungan, sudah tidak terhitung berapa kali aku memaafkannya.

~~~

Satu tahun lalu

“Tunggu aku di Jill’s Kafe..” ujarnya sewaktu menelponku sabtu malam.

“Kamu di mana?” tanyaku lembut.

“Aku masih ada janji sama teman, nanti aku ke sana..”

“Loh kamu lupa kalau ada janji sama aku malam ini?”

“Enggak aku nggak lupa..”

“Terus kenapa malah buat janji sama yang lain?”

Tut..tut..tut..

Sambungan teleponnya terputus, mungkin lebih tepatnya diputus. Bagus. Great job. Aku lemas, bersandar di punggung sofa. Kafe tempat aku dan dia janji dinner rasanya berubah menjadi bangunan mencekam.

Aku melirik kesal ke arah ponsel tipis berwarna putih di atas meja. Untuk kesekian kalinya kau ingin menghapus nama Yuza di sana.

Lemon tea di atas meja surut sudah setelah dua jam lebih aku menunggu. Ini bukan pertama kalinya Yuza ingkar janji. Empat tahun belakangan, selama kami bersama (tanpa status hubungan) lebih dari lima kali dia mengingkari janjinya. Dan lebih dari itu aku memaafkannya.

Bodoh?

Entahlah. Aku hanya merasa, aku harus mengerti kesibukannya. Jika tidak, kami akan berakhir tanpa sesuatu yang indah, yang aku impikan.

Hingga pukul sepuluh malam dia tidak juga menampakkan diri. Jangankan dia, bayangannya pun tidak hadir. Aku berangsut pergi. Susah payah aku menyangkal hati yang terluka.

Sayatannya aku tutup dengan rajutan tebal tapi, rembesan darah dari sayatan itu masih mampu keluar. Aku tahu, sekali ini aku benar-benar terluka dan aku harus berani mengakhirinya.

Hingga pagi, hingga besok pagi, hingga besok paginya lagi, tidak ada kata maaf yang terlontar dari mulut Yuza. Setidaknya, jika berat berkata maaf, maka tinggalkan sebuah pesan “maaf”.

Sesulit itukah meminta maaf?

Emosiku meledak. Dia benar-benar keterlaluan kali ini. Aku sudah tidak peduli dengan permintaannya, yakni agar aku tidak mengecewakannya. Sekarang. Saat ini, siapa yang mengecewakan siapa?

Aku ingin menuntut semua itu tapi rasanya percuma. Dia tidak akan mungkin mengerti. Dia mencari yang sempurna. Dan aku bukan salah satu dari yang sempurna itu. Gadis biasa yang memiliki banyak mimpi ini, bukanlah seseorang yang dia butuhkan. Harusnya aku sadar hal ini sejak dulu. Mungkin inilah sebabnya, kenapa kami tidak pernah berada di dalam suatu komitmen.

Keyakinanku saja tidak cukup. Dalam sebuah hubungan, keyakinan satu orang saja tidak cukup, dibutuhkan kepercayaan dari sisi yang lainnya. Dan aku, tidak mendapat kepercayaan itu dari dia. Aku bukan apa-apa. Aku bukan siapa-siapa.

Yuza. Aku menghapusnya. Dan sejak hari itu, kami tidak berhubungan apa-apa lagi, termasuk teman.

~~~

20 Desember 2013

Sent >>
♥Nielku
Aku pergi, maafin aku. Niel, aku tetap mau bilang jangan menunggu aku kalau kamu ragu. Jangan percaya sama aku Niel karena aku nggak bisa janjiin kebahagiaan apapun buat kamu.. 

To be Continue…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s