Aku Ingin Melihat Senyummu~

Aku ingin melihat senyummu..

Menghapus bayangmu tidak semudah saat aku menyeretmu masuk dalam hatiku..

Membencimu tidak semenyenangkan saat aku tertawa bersamamu..

Aku ingin melihat senyummu..

Merajut cinta denganmu tidak membahagiakanku..

Bersamamu aku kesulitan…

Aku ingin melihat senyummu..

Yang paling mengecewakan adalah langkahmu yang menjauh pergi..

Aku ingin melihat senyummu..

Sekali lagi..

Meski senyum itu pengabadian terakhir tentangmu dalam hidupku..

By me Alvhy Cho

Link Video Preview Love Candy

2

http://www.youtube.com/watch?v=9Frl2XDJcvA

Video ini merupakan video preview novel keduaku yang berjudul Love Candy.
Novel yang mengisahkan perjalanan cinta seorang gadis yang dilaluinya dengan cara tidak biasa. Park Jin Mi, gadis yang bercita-cita menjadi desainer kelas dunia ini memperkuat impiannya karena seorang lelaki bernama Kim Seung Min.

♥it’s all about take and give♥

enjoy video, reader..
and don’t forget, leave comment, buy novel on bookstore or online store~ Gomawo

Awesome Leader

image

Tulisan ini lahir ketika aku sedang dalam masa-masa merindukan rumah dan orang-orang terdekatku yang selalu membuatku nyaman. Singkatnya nasa-masa itu terjadi ketika aku tinggal di desa orang dengan sekelompok teman-teman yang baru yang sebelumnya belum pernah aku temui apalagi aku hadapi. Masa-masa merindukan rumah dan teman-temanku di kampus merupakan salah satu titik tersedih yang membuatku harus mati-matian menahan air mata. Tulisan ini sejujurnya aku tuliskan ketika ruang tamu dihuni banyak orang dan aku membuat duniaku sendiri. Dunia menulisku ditemani MP3 dengan volume FULL.

Merindukan rumah membuatku terpikirkan satu hal yang sering aku lakukan di rumah dan aku tinggalkan kebiasaan itu selama di desa, yakni menonton video Oppadeul. Seperti yang reader tahu, aku ELF, sudah pasti hari-hariku ditemani setidaknya dengan satu saja video pertunjukan dari tingkah tiga belas laki-laki itu. Terigat akan mereka, aku berpikir mengenai grup mereka yang begitu kompak dan solid. Setelah aku pikirkan, peran leader di dalam sana amatlah penting.

Muncul serentetan pertanyaan,
Oppa, seperti apa sulitnya mengatur 12 orang dengan sifat yang berbeda?
Oppa, seberapa sering kau mengalah dan mengesampingkan egomu demi keutuhan grup itu?
Oppa, seberapa besar pengertianmu?
Oppa, apa kau benar-benar malaikat seperti julukan yang bertahun-tahun kau sandang?

Anehkah jika aku bertanya seperti itu? Aku rasa tidak ketika aku sendiri pernah mengalami betapa sulitnya mengerti setiap orang dengan sifat dan sikap yang beraneka ragam dijadikan satu dan dituntut untuk kompak. Kemudian, setelah merasakannya, aku melontarkan pertanyaan lain,
Bagaimana caranya menyatukan 12 orang itu hingga mampu menjadi satu?
Bagaimana perasaanmu ketika ada yang memutuskan untuk pergi?

Yah, dulu aku masih mengaggap kalau mengatur orang, menyatukan perbedaan itu mudah dan oppa juga pasti tidak sulit melakukannya, hingga ketika oppa menitikan air mata itu sedikit terasa aneh. Namun, aku sekarang aku ingin berkata, ketika tidak mampu menyatukan apa yang seharusnya menjadi satu itu, bukan lagi mulut yang akan berbicara, melainkan mata dengan tangisan dan ritikan tiap tetes air matanya. Ternyata,menyatukan perbedaan itu amatlah sulit. Tapi, dia salah satu sosok yang mampu menyatukan perbedaan 12 orang menjadi satu. Walaupun sekarang sudah tidak utuh, tapi dia masih tetap hebat, mempertahankan yang lainnya hingga tahun ketujuh dan pasti hingga puluhan tahun berikutnya.

Namun aku tidak lupa dengan peran 12 orang itu. Menurutku, mereka memiliki andil yang juga penting dalm penyatuan grup dan membuatnya bertahan sampai sekarang. Jika hanya 1 (leader) yang berjuang, maka penyatuan itu tidak akan terjadi. 12 orang lainnya pasti juga berjuang mengesampingkan minimal 1% saja dari ego mereka. Leader bukanlah alat untuk menyatukan seklompok orang, melainkan dia adalah jembatan yang mengajak sekelompok orang itu untuk berjalan ke arah yang sama, jika yang lain menyetujui jalan itu walaupun ada jalan lain yang lebih indah di luar sana, mereka akan bersama. Dan untuk mengambil keputusan melewati jalan yang sama itu dibutuhkan pengesampingan ego walau hanya 1% dari keseluruhan yang dipunya.

Well..
aku hanya mengungkapkan pelajaran apa yang bisa aku ambil dari semua yang aku amati, semua yang aku rasakn dan semua yang pernah kualami. Kedewasaan saja ternyata tidak cukup, mengalah saja juga tidak cukup untuk menyatukan sekelompok orang menjadi satu. Faktor penting terletak pada dii masing-masing yang memag memiliki keinginan untuk bersatu dan memberikan yang terbaik.

“Bahkan ketika aku lelah, aku harus berpura-pua bahwa semuanya baik-baik saja” 이특
“Aku mungkin tidak terlalu pandai menyanyi dan dance, yang aku bisa hanyalah mnjdi pemimpin 12 member ini, jadi tolong twtap menghrgaiku sebagai lader” 이특

“Ketika kau menjadi leader, kau tidak bisa memihak pada 1 orang saja, tapi harus mendengarkan pendapat semuanya dan memutuskan yang terbaik tanpa ada yang merasa tidak adil. Itulah yang selama ini 이특 형 lakukan” 규현

My regards,

AlvhyCho

*tulisan ini hanya cerita singkat dengan quote yang mungkin tidak berarti. But, aku tetap ingin mnuliskan dan membagikannya pada kalian, tanpa maksud apapun. Semoga bermanfaat.

Curhatan “Love Candy”

LOVE CANDY1

Cinta dalam hati itu nyakitin? Bikin nyesek? Bikin galau tiap malam minggu? Masa sih? Yang aku tahu dari Love Candy nggak kaya gitu deh. Cinta, apapun bentuknya pasti nyenengin. Kok bisa? Ya tergantung cara nyikapinnya aja *yaa nggak sih?* sebenernya Love Candy bukan cerita penderitaan sii pelaku, melainkan kisah perjuangannya selama melakoni skenario takdir yang udah dia sepakati dari sebelum lahir *oke bahasanya berat*.

“Kenapa bisa mencintaiku?” tanyanya sewaktu di Eiffel.

“Karena aku mencintaimu,” jawabku.

“Alasannya?”

“Tak perlu ada alasan.”

“Kenapa kau biarkan aku berjuang sendirian dulu?”

“Tidak sendirian, karena aku juga berjuang dengan cara yang berbeda.”

~~~

Gimana penggalan ceritanya? Terlalu sedikit ya? Buat penasaran? Harus dong, itu tujuannya XD Sebelumnya, yuk kenalan dulu sama tokoh-tokoh dalam novel keduaku yang berjudul “Love Candy”. Tokohnya bernama Park Jin Mi, Kim Seung Min, Lee Ki Bum, dan Yoo Ah Reum.

Novel ini lahir berkat bimbingan dari CEO Divapress, pak @ediakhiles melalui event menulis #AkuBisaJadiNovelis dan lagi-lagi aku terjun ke setting yang udah mendarah daging, Korea, sama seperti novel pertama (Namjachingu Oppa, Saranghaeyo). Heheheee.. Sedikit mengambil setting Paris sih..

Cerita sedikit ya.. *diabaikan boleh sii tapi kalo bisa jangan dilewatin*

Awalnya aku sempat berapa kali ikut event menulis dari Pak Edi yang seabrek itu dan nggak lolos satupun T_T sempet down sih tapi nggak lama cuma sehari aja. Beberapa waktu kemudian, muncullah event teruntuk penulis yang pernah menerbitkan (minimal udah ttd MoU) di Divapress Group. Iseng, aku ikutan lagi deh. Nggak ngarep sih, jujur nih sebenernya waktu itu pasrah aja kalo misalkan sinopsis yang cuma dibuat kurang lebih 3 hari itu, ditolak. Cuma ya diyakinin aja, apalagi udah pilih setting dan udah punya ost cerita sendiri (lagunya EXO: Baby, sumpah demi apapun, tuh lagu manis bangeeeett!! Imbasnya kena sama novel ini). Singkat cerita, sinopsisku diterima, dan aksi senam jantung nggak berhenti sampai di situ aja. Sebelum Bab1 di ACC, rasanya novel ini masih kritis. Ibaratnya kalau orang hamil, masih bisa keguguran. Ekekeke. Tapi, yaa syukur alhamdulillah novel ini nggak digugurkan, malah akan segera lahir dengan bobot yang sehat dan rupa yang cantik.

Bimbingan dengan pak Edi berlangsung tepat 1 bulan. Novel ini akhirnya selesai setelah jungkir balik nyari data dan ngerepotin beberapa orang, sebut saja pak Edi sendiri, mba Ve, mas Rangga, Icka Eonni, Sofie eonni, Diana eonni, Nia #KampusFiksi5, Suri alias Nymiko *penulis Farewell*, Linda Eonni *penulis Honesty*, dan mungkin masih ada yang gak sengaja aku repotin. Pokoknya makasih banget sama mereka.

~~~

Kenapa judulnya Love Candy?

Karena manisnya permen menjadi jembatan yang menghubungkan dua sisi hati yang berjauhan itu.

Full kisah cinta doang nih?

Tidak melulu tentang cinta, persahabatan pun ambil andil dalam konfliknya. Kisah ini juga memperlihatkan perjuangan cinta yang beriringan dengan impian. Demi cinta impian harus tercapai karena cinta itu juga wujud sebuah impian.

Terus konfliknya apaan dong?

Perjuangan demi mempertahankan perasaan yang nggak jelas endingnya. Mungkin orang lain, bahkan aku sendiri nggak bisa bertahan disaat banyak kemungkinan buruk yang SANGAT MUNGKIN terjadi dalam perjalanan kisah itu, tapi di sini sang tokoh BERTAHAN.

Intinya apa?

Intinya tentang kesetiaan, kepercayaan dan keyakinan.

It’s all about take and give…

Love Candy membuat kita mengingat kembali sensasi kupu-kupu terbang di dalam perut ketika kita jatuh cinta. Sensasi yang membuat kita berani melakukan hal-hal yang orang anggap konyol.

Lindaisy, Penulis Honesty

Kegalauan Hati Seorang Penulis (?)

3

Judulnya iiiuuuuwh banget gak sih??? XD

Aku paling males yang namanya GALAU. Ngapain sih? rasanya tuh nggak enak tau. Perut mules. Kepala pusing. Tangan mendadak dingin kaya mayat. Terus bibir nggak pengen ngunyah apa-apa. Ih nyebelin pokoknya.

Tapi, apa yang dihindari nggak mungkin bisa ditolak. Menghindar bisa, tapi nolak nggak. Lagi pula ini hidup, nggak selamanya kita bisa menghindar. So, aku nyoba nikmati kegalauan.

Layaknya kelopak bunga yang ingin mekar tapi urung dikarenakan hujan (?) aku pun begitu. Aku ingin menuntaskannya. Menyelesaikannya. Merampungkannya. Tapi, apadaya. Outline pun tak mampu aku kerjakan dengan benar.

Satu hari aku hanya mendengarkan lagu yang sama. Menatap layar yang sama. Duduk di tempat yang sama. Tapi ada satu perbedaan, aku yang biasanya begitu-bisa menghasilkan berlembar-lembar karya, malah tidak menghasilkan apa-apa saat itu.

Tema ini tidaklah sulit. Tema ini juga tidak terlalu menguras otak. Hanya saja, tema dan novel ini kurasa sangat spesial.

Dua novelku yang sudah dan akan lahir itu bukannya tidak spesial. Tapi, yang satu ini aku ingin memberikan yang terbaik, yang paling baik dan yang sangat baik, yang aku bisa.

Itu sulit!

Beban? Sedikit.

Endingnya, aku memaksakan diri untuk tersaruk ke dalamnya. Ke dalam cerita yang sudah kurampungkan sinopsisnya.

Tenanglah Vhy, semua akan baik-baik saja. Novel ketiga ini akan menjadi persembahan terbaik. Harus. Dan yang setelah ini juga akan jauh lebih baik. Selalu lebih baik.

*OKECURHATSELESAI*

THE KEY…

Pagi ini sepertinya pagi yang paling sendu. Langit berselimut awan mendung, angin pelan bertiup menerpa daun-daun kecil di depan rumahku. Aku memasati matahari yang malu-malu menampakkan senyumnya hari ini. Aku teringat akan sesuatu yang semalam belum sempat aku lakukan, mencaritahu tentang suatu penyakit yang katanya mematikan. 

Mendengarnya saja aku sudah bergidik ngeri, terlebih lagi di beberapa film dan drama yang aku tonton, akhir kisah dari penderitanya tidak pernah baik. Mereka meninggal, entah karena kalah terhadap waktu atau karena kalah terhadap dirinya sendiri.

Sebelumnya aku sempat mencurahkan air mataku ketika membaca kisah hidup seorang laki-laki yang berjuang mempertahankan wanita yang dia cintai. Wanita itu menderita kanker otak. Sangat sulit kehidupan yang mereka jalani hanya demi satu kata yakni “Sehat”. Membaca kisah hidup yang mereka lalui membuat tulangku terasa ngilu. Mataku memanas tatkala mereka membahas seperti apa sakit itu menggerogoti tubuhnya, memangkas habis waktu yang mereka punya untuk bersama.

Meski pada akhirnya wanita itu pergi, laki-laki itu tetap memiliki kekuatan untuk menopang hatinya yang begitu rapuh. Aku merasa kisahnya seperti di novel dan film-film. Ternyata yang seperti itu ada dalam kehidupan nyata. Mataku seperti terbuka, kalau kesehatan itu sangat berharga. Dan lagi, meski tidak diserang penyakit ganas seperti itu, kita tetaplah memiliki waktu yang dipangkas dengan cepat jika kita melewatinya hanya dengan kesia-siaan.

Pagi ini, hal yang sama juga kembali aku rasakan. Kali ini mengenai kanker darah yang dikabarkan tergolong penyakit mematikan lainnya yang bahkan 60% menyerang anak-anak meski beberapa bisa kembali sembuh dan sehat seperti sedia kala. Aku tersenyum senang membaca akhir kisah gadis itu, dia selamat dari sergapan kanker yang sempat merenggut waktu-wkatu berharganya sebagai seorang remaja cantik yang memiliki impian. Dia mengajarkan kalau optimis itu kunci dari segalanya. Ketika penyakit itu menyerang, bahkan penyakit apapun itu, maka optimis dan semangat untuk sehat obat ampuh yang bisa melawannya.

Aku berpikir, benar juga, ketika kita dalam keadaan lemah, dikepung rasa pesimis, maka sakit seringan apapun pasti mampu melumpuhkan kita. Jangankan untuk sakit, untuk sebuah usaha misalkan ketika belajar saja perlu rasa optimis untuk bisa mengerti. Sebenarnya yang menjadi muuh sebenarnya adalah diri sendiri. Diri sendiri yang kerap kali didatangi rasa pesisimis, itu adalah senjata ampuh bagi waktu untuk melumpuhkan kita.

Bagiku yang sudah beberapa kali mengalami pasang surut rasa optimis, yang paling sulit adalah mempertahankan keoptimisan itu. Meraihnya cukup mudah, saat kau memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapai maka saat itu optimis akan datang dengan sendirinya. Namun, dalam perjalanannya, mempertahankan kekukuhan itu yang sulit. Kerap kali di tengah perjalanan kita menyerah karena berpikir “Apa benar hasil akhirnya sesuai dengan keinginanku?”

jawabannya menurutku, mungkin saja, sekalipun nantinya hasil tersebut berbeda, bukan karena kita gagal tapi karena takdir menuliskan hal yang berbeda. Kita sebagai manusia berkewajiban untuk berjuang hingga akhir, kan?

aku pernah membaca sebuah artikel, yang menjadi ukuran keberhasilanmu bukan hasil akhir yang WAH yang mampu kau raih, melainkan proses yang kau lewati itu sendiri. Ketika prosesnya mampu kau maknai maka hasil akhir seperti apapun akan tetap memiliki arti.

Yang terpenting adalah bersyukur.

Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, tetapi rasa syukur itu yang membuat kita berbahagia -Albert Clarke-

 

슬픈 밤 >> Seulpeun bam

Image

 

Galau bagiku bukan disaat aku merasa sedih, cinta tak terbalas atau karena hal-hal sepele lainnya menimpa hidupku SAAT INI. Galau yang aku rasakan selama beberapa waktu terakhir tidak lain karena aku sendiri lupa seperti apa rasanya galau, nangis, sedih dan kesal. For real, aku masih merasakannya tapi untuk sebuah penulisan satu karya, aku kehilangan rasa-rasa yang seperti itu. Aku sadar, beberapa waktu ini aku hanya fokus pada kisah cinta yang manis dengan konflik ringan.

Sejujurnya aku baru dua kali menuliskan gendre sad romance yang bener-bener aku kuasai pakai hati. uhuk-uhuk

Malam ini kegalauan itu sirna, benar-benar datang dengan bantuan sinar lilin yang menerangi ruang tamu dan ditemani lagu dari laki-laki menyebalkan yang aku sayangi. Oppa ya, Gomawo. Dan untuk laki-laki yang begitu berarti bagiku, jeongmal gamsahamnida, setiap kali memikirkannya aku merasa selalu ada cerita untuk bisa aku bagikan untuk semua orang dan untukku sendiri.

Udah lama pengen nulis dengan gendre sad romance lagi. Tapi kayanya baru kesampean sekarang. Semoga aja dalam penggarapannya nggak kehilangan mood di tengah jalan. hehe

Judul, cast dan sinopsisnya pasti masih aku rahasiakan. Aku cuma berharap karya yang kali ini bisa terbit dan aku bisa berbagi cerita yang inspiratif seperti ini kepada para pembaca.

“Saat kesedihan dan perpisahan menjadi alasan untuk terpuruk, saat itu cinta enggan kembali menghampirimu. Cinta itu wujud kebahagiaan meski air mata menyertainya” -Alvhy Cho-

 

 

Seputar “Love Candy”

url

Siapa sih yang nggak kenal permen satu ini. Salah satu permen khas Prancis, negara yang terkenal dengan keromantisannya itu memiliki permen yang juga mampu berlaku romantis di dalam novel keduaku yang akan segera terbit.

LOVE CANDY…

yaa, itu adalah judul dari novel keduaku, setelah Namjachingu Oppa, Saranghaeyo.

kok bisa nyasar bikin judul pake nama permen sih?

Itukan permen khas Prancis, kenapa dipadukan dengan Korea?

oke, novel ini diramu dengan menyatukan dua negara yang menjanjikan keromantisan kotanya. Seoul dan Paris.

Gadis bernama Park Jin Mi dan laki-lakinya bernama Kim Seung Min.

Kata kunci dalam novel ini adalah Perjuangan, untuk cinta dan impian yang berjalan beriringan.

aku selalu menulis dengan menyisipkan icon di dalam novelku. Setelah di Namjachingu Oppa, Saranghaeyo aku pakai gantungan ponsel, di Love Candy aku menjatuhkan pilihan pada permen. Novel yang full berlatar Korea ini awalnya ingin memakai permen khas Korea, cuma nama permennya kurang familiar, akhirnya aku pakai “Nougat” dan menyelipkan latar Paris di dalam ceritanya.

Kisah ini tidak melulu tentang cinta, tapi juga tentang persahabatan tokoh utama dengan dua orang temannya. Lee Ki Bum dan Yoo Ah Reum.

Aku meramu kisah semanis mungkin agar kisah manisnya mampu dikecap oleh pembaca. Seperti judul dan icon-nya, aku ingin menyampaikan rasa manis sebuah perasaan meskipun rasa itu tidak ada balasan dalam waktu yang lama.

Mencintai seseorang tidak harus menderita saat hanya kita yang merasakannya. Tokoh mengajak kita untuk percaya kalau takdir tidak akan mungkin berlaku kejam.

Segini dulu yaa review-nya. Setelah novelnya cetak, aku akan buat review lagi mengenai isi dan kutipan-kutipan di dalamnya ^_^