Nuna Neomu Yeppo (End)

WARNING.!!!
this is fan fiction with cast member shiNee..
the story pure fiction from my imagine,.if someone have story like this i say sorry
enjoy my FF and DON’T COPY PASTE ne ^_^

tittle : Noona neomu yeppo
cast namja : Key
Onew
cast yeoja : Park Hana

~~~

Melihat matamu seolah dunia kembali ke masa lalu. Aku baru menemukannya namun aku langsung kehilangan dirinya. Semua itu karenamu, menurutku. Aku membencimu lebih dari siapapun namun aku mencapai titik untuk tidak bisa menolak bahwa aku mencintaimu ketika sakit dihati ini masih belum disembuhkan.
“berhenti menatapku, aku muak melihatmu” teriakku dihadapan yeoja yang paling aku benci.
Mata kecilnya terus menangis, tidak ada kata-kata yang dia ucapkan. Dadaku sesak kala melihat air mata menetes dipelipis matanya.
“Kau!! Nuguya???? Berhenti menangis” bentakku
“Jeongmal Mianhe” ujarnya tersedu
Tubuh mungilnya tenggelam dalam pelukanku namun aku masih tidak bisa menghapus dendam ku.

~~~

PART 1

Aku berjalan menuju sebuah café yang dari luar hingga dalam bercorak hijau. Café yang terasa asri dan berteman dengan alam. Aku melangkahkan kaki masuk kedalamnya. Mata kecilku membesar ketika melihat ke bagian kanan café.
“Wae ? kenapa kau disini?” ujar ku dalam hati sambil memandangi fotonya.
“Anyeonghaseyo, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang waitres.
“Aku pesan coffe late” ujarku datar
Aku duduk didekat jendela. Awan mendung sudah menyelimuti kota Seoul. Aku sulit tersenyum akhir-akhir ini seperti halnya Seoul yang tidak bermentari selama beberapa waktu. Dingin, sunyi, dan gelap, begitulah duniaku ketika aku kehilangan dirinya.
“Paboya” ujarku memaki seseorang yang merasuki fikiranku
“cofe late nya tuan”
“Ne gamshaamnida”
Aku seruput coffe late dihadapanku, senyum miris terukir kembali diwajah mungil ini.
“Mianhe, aku tidak bisa melupakannya, tidak peduli seperti apa kau marah, aku akan tetap melakukannya” gumamku dalam hati sambil menikmati coffe late.
Ketukan dari higheels seorang yeoja terdengar nyaring ditelingaku, apalagi café sore ini cukup sepi. Yeoja dengan dress selutut berwarna pink berjalan menuju meja casier. Rambut ikalnya terurai. Dia menghampiri waitres yang sedang bekerja. Senyum ramahnya terukir seketika. Dia berjalan ke belakang cashier. Sesaat dia menjelma menjadi waitres di café itu.
“Hana ya” sapa seseorang yang baru datang dan berlari kecil menuju yeoja tadi.
“Wae?”
“Owner café kok jadi cashier”
“Gwenchana, ini menyenangkan” ujarnya tersenyum lebar.
Aku menatap tajam kearahnya, melempar seluruh kebencian yang aku miliki. aku semakin membencinya ketika melihat dia bisa tersenyum selebar itu. Dia berjalan mendekatiku dengan membawa sepotong cake.
“Ayeonghaseo, silahkan cicipi cake terbaru kami, ini free” ujarnya tersenyum ramah.
Seketika aku membeku bagaikan diguyur salju. Melihat matanya yang berbinar dan ketika tersenyum membentuk seperti bulan sabit. Sesaat aku tenggelam dalam dunia aneh itu. Dia berlalu pergi namun tangan ini tanpa izinku menahannya..

PART 2
“Ayeonghaseo, silahkan cicipi cake terbaru kami, ini free” ujarnya tersenyum ramah.
Seketika aku membeku bagaikan diguyur salju. Melihat matanya yang berbinar dan ketika tersenyum membentuk seperti bulan sabit. Sesaat aku tenggelam dalam dunia aneh itu. Dia berlalu pergi namun tangan ini tanpa izinku menahannya. Dan tanpa izinku otak ini mencerna dan memberi sinyal selanjutnya.
“Jeogiyo” ujarku pelan.
“ne?” jawabnya sambil menengok ke arahku.
“apa ini banana cake?”
Dia nampak bingung dengan tatapan aneh.
“ne”
“aah~sudah aku duga gomawoyo”
“bagaimana kau bisa tau bahkan sebelum kau mencobanya”
Yeoja itu bertanya dengan tatapan sendu, senyum manisnya menghilang seketika.
“aku sangat suka banana, jadi setiap makanan dengan olahan banana aku akan cepat mengetahuinya” ujarku
“aah begitu, baiklah aku permisi sebentar”
Dia berlalu ke dapur dan kembali membawa sekotak cake banana. Dia duduk disampingku dan memberikan kotak kecil itu.
“ini untukmu” ujarnya
“ne? ahh tidak usah, ini sudah cukup”
“jangan menolaknya, ini cake andalanku tapi sekarang sudah tidak ada yang meminatinya, aku senang bertemu seseorang yang menyukai cake ini” ujarnya kembali melempar senyum manisnya.
“ah gomawo”
“jika kau berkunjung kembali, aku akan membuatkan yang lainnya untukmu” ujarnya
Aku hanya mengangguk pelan sambil memakan cake itu.
“aku Hana” ujarnya
“ne? ah aku Key”
“sepertinya kau lebih muda dariku?”
Dia lebih ceriwis dari yang aku bayangkan, tetapi membaca diary itu tidak menggambarkan dia yang seperti sekarang, apa yang sebenarnya terjadi..aku bingung.
“ne sepertinya aku harus memanggilmu noona”
*tertawa kecil* “coah” ujarnya
Sebelum aku kesini, aku sempat bingung bagaimana cara mendekatinya namun ternyata semuanya tidak sesulit itu, mungkin Tuhan juga mendukung rencanaku.

PART 3

Aku ada janji dengan noona hari ini. aku menjemputnya ke café. Seperti biasanya aku selalu membeku ketika melihat dia mengurai rambut ikalnya.
“Oaseo?”
“ne, kaja noona”
“kau dan aku hanya beda beberapa bulan, berhenti memanggilku seperti itu” ujarnya.
“gwenchana anggap saja itu panggilan sayang dariku” ujarku tersenyum manis
Aku sudah berhasil merebut hatinya. Aku tidak tahu kenapa dia bisa secepat itu menyukaiku. Apa mungkin dia benar-benar tidak mencintai hyung karena itu dia dengan cepat bisa membuka hatinya.
“apa yang sedang kau fikirkan?”
“anio” jawabku menyeringis
“kita mau kemana?”
“Nami island”
“mau apa kesana?”
“aku ingin lihat pohon cemara, warnanya pasti snagat cantik dimusim ini”
Wajah Hana tiba-tiba saja berubah murung. Rona merah dipipinya beubah menjadi pucat pasi. Dia meremas-remas jarinya sambil melihat kearah jendela. Aku tidak merasa heran dengan ekspresinya yang seperti itu, karena sudah terlalu sering aku mendapati ekspresi seperti itu jika aku berlaku seperti hyung.
“kaja” ajakku sambil menggandeng tangannya yang terasa dingin.
Kami sampai di jalan cemara. Benar seperti kataku cemara yang tumbuh dimusim dingin sangatlah cantik. Hana hanya menunduk seolah tidak mau menikmati pemandangan cantik ini.
“kau sakit?” tayaku pura-pura perhatian
“aku mau pulang” ujarnya lembut menatapku dengan mata yang memerah
Aku membawanya kemobil. Ini sulit, dia yang bersikap buruk tapi kenapa dia seolah ikut menderita dengan semua hal yang sudah dia lakukan.
“aku mengenal seseorang yang juga sangat suka menikmati cemara di Nami, dia juga menyukai warna hijau, menyukai banana, dia suka pinguin, dia sangat humoris, senyumnya unik, dia sosok yang menyenangkan dan selalu mampu menghidupkan suasana” ujarnya bicara sambil menyungging senyum mirisnya
Aku menatap tajam ke arahnya, hatiku bergejolak, fikiranku seolah perang dengan semua hal yang tidak sesuai fakta yang aku lihat..
“Nuguya?” tanyaku yang masih menatapnya

PART 4

“Nuguya?” tanyaku yang masih menatapnya
Dia diam, menengok kearahku.
Mata itu, mata itu lagi-lagi membuat aku tidak bisa bicara dan bergerak. Rindu ini seolah terhapus ketika aku melihat matanya, hatiku luluh, aku kembali pada perasaan sebenarnya bahwa aku tidak boleh melanjutkan semua ini.
“Chingu” jawabnya
Aku memalingkan wajahku darinya. Aku melajukan mobil dengan cepat, entah apa yang merasuki fikiranku saat ini. aku marah ketika dia mengungkit masa lalunya itu dengan senyuman miris, aku marah ketika dia membahas namja lain selain aku, dan aku marah pada diriku sendiri yang tidak mengikuti aturan main yang aku buat.
“Key” ujarnya lembut menyentuh tanganku.
“Mianhe, tidak seharusnya aku bercerita” sambungnya lagi.
Aku melempar tatapanku keluar jendela.
“Key” ujarnya lagi
Aku menepikan mobilku dan mengubah perasaanku meskipun sulit. Aku tersenyum, menyentuh pipi mulusnya “gwenchana, aku antar kau pulang ne?”
Dia menggenggam tanganku yang menyentuh pipinya “terima kasih sudah cemburu, aku semakin yakin dengan perasaanmu” ujarnya
“cemburu? Bagaimana mungkin” gumamku dalam hati
Aku mengantarnya pulang kerumah. Seorang namja yang tidak asing bagiku berjalan mendekati kami yang sedang berdiri didepan pagar.
“Noona” ujarnya tersenyum ramah sambil melambaikan tangan
“Hyung?” ucapnya terkejut melihatku

Part 5

“Hyung?” ucapnya terkejut melihatku
Namja yang aku kenal ketika aku sekolah di Amerika. Namja tinggi dan tampan. Matanya membulat ketika melihat aku menggandeng tangan Hana.
“Minho ya? kau kenal Key?” tanya Hana
“Dia siapa mu?” tanyaku
“Hyung sedang apa dengan noona ku?”
“Mwo? Noona?”
“Mianhe, aku belum menceritakan yang satu ini denganmu, ayahku menikah lagi ketika ibuku meninggal, dan Minho anak dari ibu baruku”
“Kalian pacaran?” tanyanya mengerutkan dahi
“Ne, dia pacarku, bagaimana kalian bisa kenal?” ucap Hana senang
“kami satu asrama dan satu sekolah, dia satu club denganku” jelasku datar
“tapi sepertinya kalian sangat dekat” Hana menengok ke aku dan Minho
“ne, dia hyung kesayanganku di kampus” ujarnya datar
Aku menengok ke arah Minho, wajahnya seolah tidak senang melihat aku bersama noonanya. Aku rasa ini semakin rumit, mengingat Minho teman dekatku dan dia tahu alasan aku kembali ke Seoul. Saat ini yang aku perlukan adalah alasan untuk membuat Minho tidak mengacaukan rencanaku.

——————————-

#flashback
“Pergilah oppa, ini bukan salahmu”
“izinkan aku memperbaikinya, aku hanya ingin tinggal disampingmu Hana”
“sudahlah oppa, jangan sakiti dirimu, pergi, aku sudah tidak bisa melihatmu”
“Hana ya” isak namja yang berlutut dihadapan yeoja itu, mata kecilnya memancarkan permohonan.
Hatiku sakit ketika harus melihat onew hyung bersikap seperti itu didepan yeoja yang bahkan tidak mau menengok ke arah hyung. Aku sangat ingin melihat wajahnya, namun aku berdiri dibalik tembok, hanya itu yang bisa aku lakukan.
“Hana jebal, mianhe, jeongmal mianhe”
“pergi oppa” teriaknya
“Hana ya”
“Teruskan hidupmu tanpa aku” bentak yeoja itu
Aku berbalik dan ketika aku melihat kearah mereka, yeoja itu sudah tidak ada. Hanya tinggal onew hyung yang duduk dengan posisi semula, menunduk dan menangis pedih.

PART 6

Aku duduk diam memandangi kotak yang kini ada didepanku. Aku membukanya, aku kembali melihat barang-barang penting peninggalan Onew hyung. Dia hyungku, satu-satunya keluarga yang aku miliki. kami terpisah ketika kecelakaan yang menimpa keluargaku, eomma dan appa pergi saat itu juga sedangkan hyung menghilang. Aku hidup sendirian selama bertahun-tahun hingga akhirnya kau kembali bertemu dengannya di Seoul. Kalung kami yang menjadi identitasnya karena itu aku dengan cepat yakin bahwa dia hyungku.
Susah payah aku mengajaknya ke Amerika namun dia selalu menolak. Malam itu entah apa yang terjadi dengannya hingga dia mengajakku detik itu juga pergi ke Amerika, namun kami hanya tinggal selama 3 bulan, hyung kembali ke Seoul untuk menemui seorang yeoja, yeoja yang kini bersamaku. Mereka bertengkar hebat di café, pertengkaran yang berakhir kematian untuk hyungku karena setelah pertengkaran mereka hyung pergi melajukan mobilnya dengan sangat cepat, hyung kecelakaan, dia hanya mampu bertahan beberapa waktu. Aku baru 3 bulan menemukannya setelah puluhan tahun berpisah dan kini dia harus pergi selamanya meninggalkan aku sendiri lagi.
Aku sangat marah dengan yeoja itu. dia menyakiti hyungku, dia membuat aku kehilangan saudaraku, aku marah, aku tidak bisa merelakan ini, aku akan menyakitinya, membuat dia merasakan seperti apa sakitnya di bentak dan diusir oleh orang yang dicintai.
“kriiing..kriiing” jam weker ku berbunyi
aku lekas bangun ketika ingat ada janji dengan noona hari ini. aku keluar kamar, terdengar kebisingan dari dapur apartment ku.
“Noona ya?” ucapku terkejut melihat Hana ada di apartement ku.
“Anyeong” sapanya manis
“bagaimana kau masuk?” tanyaku heran
“kau kan pernah memberitahu paswordnya padaku” ucapnya polos
“jinja?” jawabku sambil menggaruk-garuk kepala

~~~

Kami gagal jalan-jalan karena salju sangat lebat hari ini. Hana sudah masak begitu banyak makanan. Aku menyantapnya dengan lahap. Dia yeoja yang pintar memasak.
“nanti akan aku buatkan cemilan ne” ujarnya sambil mengangkat piring
“mau kau apakan itu?” tanyaku merujuk pada piringnya
“mau aku cuci” ujarnya santai
Aku melihatnya, fikiran itu kembali merasuki benakku
“dia yeoja baik, aku masih tidak percaya dia sekasar itu dengan hyung sementara kini dia sangat lembut denganku, apa benar dia tidak mencintai hyung, tetapi dia sudah bersama hyung bertahun-tahun tidak mungkin tidak ada cinta diantara mereka” gumamku
Aku beranjak dari tempat dudukku menghampiri hana yang masih mencuci piring, aku merangkul pinggangnya, dia terkejut.
“sebentar saja” ucapku pelan sambil menepelkan dagu di bahunya
“wae?” tanyanya lembut
Aku hanya menggeleng. Aku memeluk erat tubuh mungilnya. Dia nampak menikmati pelukan ini. semua ini aktingku namun aku benar-benar tenggelam dalam suasana ini.

PART 7

Hana tertidur disofa sambil merangkul tanganku, dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Lekuk wajahnya bisa aku lihat jelas saat ini. ketika tidur dia seperti bidadari.
“apa kau sudah sangat mencintaiku saat ini?” ucapku sambil membelai rambutnya
Aku menggendongnya ke kamar, menyelimuti dia dan aku pergi.

~~~

Minho sudah menungguku, aku tahu apa yang ingin dia bahas kali ini.
“maaf aku terlambat” ujarku
“jauhi noonaku” ucapnya tegas
“kau tau aku tidak bisa melakukannya”
“wae? Kau pasti salah orang” ujarnya lemah
“anio, aku tidak salah orang” jawabku datar
“dia yeoja yang baik”
“araseo, tapi dia tetap harus merasakannya”
“Hyung jangan keras kepala” Minho menatapku tajam
“dia noona tirimu, jadi apa pentingnya bagimu, hahh!!”
Minho menarik kerah bajuku “dia memang noona tiri ku, tapi dia sudah menjadi keluargaku dan aku tidak akan diam ketika ada yang akan menyakiti keluargaku sekaipun itu dirimu”
“coah, prinsip kita sama, aku juga tidak bisa diam ketika ada yang menyakiti hyungku” aku menepis tangan Minho dan berlalu pergi

~~~

Onew’s Diary
24 Desember
Hari ini aku mengajak hana ke ice kating, aku mengajarinya, namun dia terus saja terjatuh, Hana ya tanganku akan selalu menggenggammu dan aku akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak membuatmu terluka.. Saranghaeyo..
Aku menutup lembar terakhir dari diary Onew hyung. Aku rasa disinilah kisah mereka berakhir, karena dua hari setelah hari ini hyung dan aku sudah pergi ke Amerika.
“Hyung aku akan mengakhirinya dan semua akan terasa impas meskipun masih sangat tidak adil jika dia masih tersenyum didunia ini”

~~~

PART 8

Key mengajak Hana ke Ice Skating Rink Grand Hyatt Hotel Seoul. Ice skating ini merupakan ice skating rink yang menggunakan konsep outdoor sehingga dapat melihat suasana Han River dari ice rink dari atas sana.
Jantung hana berdegup kencang ketika tahu Key mengajak dirinya ketempat itu, tepat seperti yang ditulis Onew, Ice Skating adalah salah satu tempat date mereka.
“Gwenchana?” tanya Key sambil melilitkan shal keleher Hana
Hana hanya mengangguk, dia mengedarkan matanya melihat kesekeliling Ice skating.
“Kau pasti sedang teringat dengan hyung eoh?” gumam Key tersenyum sinis disamping Hana.
Key menuntun Hana mengelilingi Ice skating ini.
“Gwenchana, aku bisa Key”
“Jinja?”
“eoh”
Hana melepas genggaman tangan Key danberjalan sendiri.
“Oppa, aku mempelajarinya, ketika kau pergi, aku berfikir untuk bisa melakukan semua yang pernah kau ajarkan salah satunya bermain Ice skating, gomawoyo” gumam Hana dalam hati sambil menahan air matanya.
Dari kejauhan key menatap Hana dengan mata yang memerah.
“Ekspresi apa itu, aku sangat benci melihat ekspresi terluka seperti itu, kau yang menyakitinya kenapa kau juga seolah tersakiti dengan sikapmu” ucap Key dalam hati
“Key ya, kenapa hanya berdiri disitu” ujar hana menarik tangan Key untuk ikut bermain bersamanya.
Mereka mengelilingi ice skating bersama, Key tanpa sadar terbawa suasana saat itu, perasaan dendamnya terlupakan sejenak dan dia menikmati bermain ice skating dengan Hana.
“Aku lelah” ucap Hana berdiri dipinggir pagar Ice skating menghadap ke Han river
“Noona ya”
Hana menengok dan Key menciumnya singkat. Mata Hana membesar namun seketika dia menutup matanya menikmati ciuman dari bibir kecil namja itu.
“mwo? apa yang sudah aku lakukan” gumam key sesaat setelah ciuman itu berakhir
Wajah Hana memerah, mereka diam dan canggung. Key menyentuh dadanya yang kembali merasakan getaran aneh.
“Andwe..andwe” ucapnya dalam hati
Key berperang dengan perasaan yang sebenarnya.
Dilain tempat Minho sedang sibuk mencari flashdisknya yang tertinggal dikamar Hana. Minho membuka laci meja Hana dan menemukan Diary berwarna hijau yang sama seperti yang dimiliki Onew. Minho mengambil buku itu dan selembar foto jatuh dari dalam Diary tersebut.
“Mwo?” ucap Minho terkejut melihat foto itu.

PART 9

Selembar foto Onew yang memakai tuksedo putih dan hana dengan gaun selutut yang berwarna putih.
-meskipun ini hanya foto studio, aku berharap beberapa tahun lagi kita akan memakai ini didepan semua keluarga dan orang terdekat kita-
“bagaimana bisa seperti ini? bukankah menurut Key, noona tidak mencintai Onew hyung” gumam Minho
Minho yang penasaran dengan keganjalan itu lekas membuka diary milik Hana tanpa menghiraukan izin dari yeoja itu.

Hana’s Diary

1 januari
Oppa memberikan ini sebagai kado tahun baru. Couple diary, kami berjanji akan menulis apapun yang kami lewati bersama dan diary ini akan menjadi kado ditahun berikutnya..
Oppa aku tidak sabar ingin membaca tulisanmu selama setahun..

14 Februari
Dua tahun kita bersama, aku sangat bahagia oppa bisa bersamamu selama dua tahun ini, meskipun banyak pertengkaran kecil diantara kita. Kau tetap yang paling berarti untukku.. saranghaeyo

5 Maret
Kami bertengkar..
Lagii…
Aku lelah seperti ini dengannya, terus berfikir untuk putus namun aku terlalu mencintainya..

29 Maret
Oppa mengajakku ke studio foto, kami foto seperti seorang pengantin., oppa bilang jika kami bertengkar maka jadikan foto itu sebagai alasan untuk tidak mengatakan kata-kata putus..

16 April
Ini hari ke delapan aku diam dan tidak mengaktifkan handphone ku. Aku yeoa dengan rasa cemburu yang sangat besar..sementara oppa berfikir itu kekanak-kanakan..

8 Juni..
Aku sedikit melanggar janji kami, satu bulan lebih aku tidak menulis di diary ini. ottoke, aku harus mengisi ini penuh sebelum akhirnya kami saling bertukar diary.

21 Juli
Saranghaeyo oppa.!!! Aku tidak tahu harus seperti apa mengungkapkan perasaan ini, aku akan menjaga baik-baik café masa depan kita..

10 Desember
Oppa bercerita tentang dongsaengnya.. akhirnya oppa menemukan dongsaengnya itu setelah puluhan tahun berpisah.. aku jadi ingin cepat bertemu calon adik iparku ^_^

22 Desember
Sebentar lagi akan memasuki tahun baru, aku frustasi karena Diary ku baru terisi setengah..
Ottoke????

24 Desember
Malam yang sangat indah..
Oppa aku mencintaimu, semoga tidak ada pertengkaran lagi diantara kita. Jeongmal aku tidak ingin kehilanganmu..

26 Desember
T________________________T
Aku benci menuliskan ini..
Kami putus..
Salah paham diatara kami semakin melebar. Sebelumnya kami bertengkar karena dia ingin pergi ke Amerika untuk beberapa waktu, aku yeoja cemburuan, bagaimana bisa aku menjalin long distance seperti itu.. aku tidak ingin kehilangan dia..
Salah paham itu semakin bertamabah ketika oppa melihat aku bersama Minho. Oppa fikir namja yang bertemu denganku kemarin malam dan mencium pipiku adalah selingkuhanku..
“Oppa dia dongsaengku, dia calon adikku”
“dia tetap orang lain yang tidak sedarah denganmu”
“aku tidak ada fikiran apapun selain menganggap dia dongsaeng”
“berhenti bicara omong kosong, inikah caramu agar aku bertahan disini? Agar aku tidak jadi pergi dengan adikku ke Amerika karena takut kau akan berselingkuh, anio Hana, aku tidak akan melakukan itu, kau pergilah dengannya, dan aku akan memulai jalanku sendiri”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“eoh? Kenapa tulisannya jadi berbeda, tidak seperti tulisan tangan noona” ujar Minho

1 Januari
Seharusnya kami bertukar Diary hari ini namun dia sudah pergi ke Amerika, kami benar-benar putus..
Kini dunia gelap dimataku..
Gamshahamnida suster Kim, suster yang seperti temanku dirumah sakit. Suster yang membantu aku memenuhi diary ini karena aku sudah sulit menulis sekarang.. seperti kataku dunia saat ini gelap..
Oppa, mungkin kita memang tidak ditakdirkan bersama, ketika aku mencoba mengejarmu kebandara, justru hal buruk ini menimpaku..
Gwenchana, aku yeoja kuat, teruskan hidupmu oppa, jangan kembali untuk menengok kearahku karena kau hanya akan terluka jika kembali..

“jadi penyebab noona buta karena menyusul Onew hyung ke bandara” Minho menutup mulutnya

 

29 Maret
Aku bertemu dengan oppa hari ini di café, entah siapa yang memberitahunya tentang kondisiku. Dia datang meminta maaf dan memohon agar kembali bersamaku., dia sangat menyesal atas apa yang terjadi denganku.
Aku bukan yeoja yang bisa membiarkan namja yang aku cintai mendapati kesulitan karena aku. Aku buta, aku butuh perhatian ekstra. Aku sudah tidak senormal dulu, aku tidak mungkin bisa membahagiakanmu oppa..
Jeongmal mianhe 

8 April
Dunia kembali terang…
Namun hatiku sangat terluka, luka ini jauh lebih menyakitkan daripada kenyataan aku buta beberapa waktu lalu..
Oppa, apa kau baik-baik saja disana? aku merindukanmu..
Mianhe, jeongmal mianhe, kenapa kecelakaan itu merenggut nyawamu? Apa ini bentuk kemarahanmu padaku? Waeyo oppa? T________________T

10 April
Aku mengunjunginya sore ini..
Terima kasih untuk cinta yang kau berikan oppa, aku berjanji akan mengukir senyum cantik dengan pancaran indah dari bola mata ini. sejak dulu aku menyukai matamu yang kini menjadi mataku..
Tersenyumlah disana, aku juga akan selalu tersenyum disini 
Dengan melihat ke kaca aku seolah melihatmu oppa..
Saranghaeyo

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“noona, kau jadi yeoja terlalu bodoh, Kau menyimpan semua ini sendiri?”
“paboya, kenapa tidak pernah katakan ini padaku? Tentang Onew, tentang kebutaanmu, tentang pendonor itu” sambungnya
“jika saja kau ceritakan mungkin kau tidak harus bertemu dengan Key hyung sekarang, kau tidak boleh terluka lagi” Minho mengepal tangannya
Dia menyimpan diary itu ditempat semula.
“Coah, kita lihat seperti apa ini akan berakhir”

PART 10

Key duudk bersandar disofa putih apartmentnya. Dia memandangi buku diary milik Onew.
“Hyung ottoke, aku sulit mengakhirinya”
“Hyung, bisakah kau beritahu aku apa yang trjadi setelah tanggal 24 hingga kepergianmu ke Amerika bersamaku?”
“Hyung, adakah yang disembunyikan dari diary ini?”
“kenapa saat ini aku berharap ada penjelasan di halaman paling belakang diary mu, agar aku tidak melanjtkan rencanaku., apa aku mulai mencintai noona?”
Key tertidur dalam fikirannya yang kacau antara ego dan perasaan yang sesungguhnya. Key namja yang baik namun rasa tidak terima atas kematian hyungnya yang begitu mendadaklah yang membuat Key menjadi namja pendendam. Wajah manis namja itu hanya bisa dilihat ketika ia tidur, wajah malaikat yang sebenarnya lelah dengan semua yang dia lakukan.

14 Februari
Key berjalan pasti menuju café Hana. Dia sudah memantapkan hatinya mengenai apa yang akan dia lakukan terhadap yeoja itu.
“Key ya” ujar hana yang memakai dress pink pemberian Key
“Noona neomu yeppo” ujarnya mencium pipi hana
Hana tersenyum sambil mengambil bunga yang disembunyikan Key dibalik punggungnya.
“bagaimana kau tau?” tanya Key lembut
“semua namja akan memberikan bunga pada pacarnya hari ini, kau kan namja ku” ucapnya manja
Key duduk sementara Hana pergi mengambil mantel danshal nya. Key tidak melepas pandangannya dari yeoja itu. senyum ceria terlukis manis diwajah cantiknya.
“Waeyo? Kenapa melihatku smapai seperti itu?” tanya Hana
Key hanya menggeleng. Lagi-lagi hati dan fikirannya berperang. Mereka berjalan menyusuri taman sore itu.
“aku harus mengatakannya, sekarang” gumam Key
“Noona”
“Key”
“aah~kau duluan saja” ucap Key
“Mianhe, aku rasa aku sudah keliru terhadap perasaanku”
“Key, mianhe, aku melihat sosok Onew dalam dirimu, dia namjachinguku, kami putus dan berpisah untuk selamanya.. aku kehilangan sosoknya namun ketika bertemu dneganmu aku seolah kembali bertemu dengannya, apapun yang kau suka, itu adalah kesukaannya, mungkin aku sudah gila berfikir kalau kau adalah reinkarnasi dirinya, mianhe Key, jeongmal…”
“tidak usah meminta maaf” ucap Key dengan tatapan tajam kearah Hana yang berlinangan air mata
“Aku tidak mencintaimu Hana ssi” sambung Key dengan wajah sinis yang penuh dendam
“Key..”
*evismirk* “Aku hanya mempermainkanmu Hana ssi, aku rasa aku berhasil karena kau sampai berfikiran aku adalah reinkarnasi dari hyung karena terlalu mirip”
“Hyung?” air mata Hana menetes
“Ne, Onew, dia hyung ku, kau tau kan dia punya adik?”
“Anio, tidak mungkin” ujarnya memalingkan wajah dari Key
“Ini kenyataannya” jawab Key tegas
“Key..”
“aku tidak mencintaimu, kita akhiri semua ini, lupakan saja yang beberaa bulan ini terjadi..anggap saja kau sedang dalam mimpi indah lalu terbangun dan kecewa karena itu hanya sekedar mimpi”
“Key bagaimana bisa..”
“Tentu saja bisa..bagaimana rasanya? Sakit kah? Aku rasa itu belum seberapa dnegan sakit yang hyung rasakan”
“Key kau…”
“Hana ssi, aku baru bertemu dengannya sebentar, dan karenamu aku kehilangan dia” teriak Key
“Aku marah ketika ada yeoja yang membentak hyungku, tidak ada perasaan sedikitpun melihat dia berlutut dan menangis meminta maaf, bahkan dia tidak menghiraukan orang-orang yang melihatnya”
“Hana ssi, dia sangat terluka bahkan lebih memilih mati daripada berjuang hidup untuk tinggal bersamaku”
“Dirimu jauh lebih kuat dihatinya daripada aku”
Hana tertunduk dengan air mata yag sudah membasahi pipinya. dia tersedu dihadapan namja yang kini tidak ingin melihatnya.
Hana mengangkat dagu Key “katakan kau tidak mencintaiku” ucapnya sambil menatap mata namja itu
Key dengan kasar menepis tangan Hana “aku tidak perlu melakukannya”
“Jika benar maka lakukan saja, tidak perlu gemetar” ucap Hana dengan tatapan sendu kearah Key
“berhenti menatapku, aku muak melihatmu” teriak Key.
Hana terus menangis, tidak ada kata-kata yang dia ucapkan. Dada Key terasa sesak kala melihat air mata menetes dipelipis mata yeoja itu.
“Kau!! Nuguya???? Berhenti menangis” bentaknya
Key berlalu pergi namun dnegan cepat tangan Hana menahannya.
“Jeongmal Mianhe” ujar Hana tersedu
“Kau namja yang baik, karena aku kau menjadi seperti ini, mianhe”
“Key, jika memang ini sudah membuat perasaanmu lebih baik, aku ikhlas. Berjanjilah untuk berhenti hidup seperti ini”
Key melepas genggaman itu dan berlalu pergi.

~~~

“Noona, gwencahana? Boleh aku masuk?” ucap Minho dari luar kamar
Minho perlahan membuka pintu kamar.
“Noona” jeritnya

PART 11

“Noona, gwencahana? Boleh aku masuk?” ucap Minho dari luar kamar
Minho perlahan membuka pintu kamar.
“Noona” jeritnya
Hana tergeletak dilantai dengan wajah pucat dan gelas yang pecah disampingnya. Tubuh Hana tidak ada yang terluka, dia pingsan. Dengan segera Minho menelpon dokter keluarga mereka.
“Noona ya, irona” ucap Minho cemas
“Waeyo saeng ah? Noona gwencaha”
“Paboya”
“Araseo, mianhe” ucapnya menyungging senyum diwajah pucat itu.
“Noona, aku pergi sebentar eoh? Jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku, araseo?”
“Ne, araseo”

~~~

“Hyung apa yang sudah kau lakukan terhadap noona?” teriak Minho menghampiri Key di apartementnya
“Aku hanya melakukan sesuai rencana” ucap Key santai
“Braaaakkk” Minho menghajar pipi Key hingga memar
“kau ini kenapa” teriak Key meraih kerah baju Minho
“Bukankah sudah aku katakan agar jangan sakiti noona ku? eoh?” Minho menepis tangan Key
“Wae apa yang terjadi dengannya? Dia sakit? Atau mau bunuh diri?” tanya Key tersenyum sinis
Minho kembali melempar tinjunya hingga bibir Key berdarah.
“Hyung!!! Kau keterlaluan, dia tulus mencintaimu hyung!!! Coah, apapun yang terjadi jangan pernah temui dia lagi, pertemanan kita sampai disini saja, kau benar-benar membuat aku kecewa”
Minho pergi meninggalkan Key yang diam dengan amarah terpancar dimatanya. Key mengelap darah dibibirnya..
“Aiiiiiiiissshh, yeoja itu” ucapnya dengan air mata yang berlinang

~~~

Key bersandar dipunggung ranjang, dia menghidupkan ponselnya.
“Yeoja pabo” ucapnya pada wallpaper dengan foto Hana
“Hyung, aku sudah mengakhirinya,tapi kenapa aku merasa terluka” ujarnya
Key memeluk bantalnya dengan erat, air matanya menetes ketika mengingat momentnya bersama Hana.
“Aku jatuh cinta dengan yeojamu hyung, mianhe”

PART 12

Hana masih lemah dikamarnya. Dia bersandar dipunggung ranjang. Hana membuka laci mejanya, dia kehilangan sesuatu.
“Mencari ini?” ujar Minho
Wajah Hana berubah panik ketika melihat diarynya ada ditangan Minho.
“Minho ya”
“Mianhe, aku membacanya”
Hana membuang wajahnya dari hadapan Minho. Nampak yeoja itu sangat marah dengan kelancangan Minho.
“wae? Kenapa menyembunyikan semua ini? kau tidak akan terluka seperti ini jika saja..”
“sudahlah Minho semuanya sudah terjadi”
“Noona, Key harus tahu yang sebenarnya, dia hanya tahu sepenggal dari cerita kau dan hyung”
Hana menatap tajam Minho “Jangan pernah sekalipun kau membahasnya dengan Key, atau aku akan marah”
“Noona, hyungnya sudah membuatmu terluka, hyungnya menyebabkan kau buta, semua ini wajar jika hyung nya pergi dan memberikan matanya untukmu.!!!” Tutur Minho kesal
“Kau tidak ingin Onew hyung terluka dengan kecacatanmu, dia yang bodoh, jadi berhentilah bersikap seolah kau yang salah” sambung Minho
Hana tersedu “Minho, jebal..”
Mata Hana membulat ketika melihat Key berdiri dipintu kamarnya dengan seikat bunga mawar pink digenggamannya. Mata Key memerah, tangannya gemetar. Air mata perlahan jatuh membasahi pipi namja itu. Key pergi tanpa mengucapkan satu katapun.
“Key” ucap Hana seraya beranjak dari kasurnya
“Noona” Minho pun menyusul Hana
“Key tunggu..”
“braaakk” “aauuu” rintih hana yang menabrak kursi.
Key menengok kebelakang. Dia lekas menghampiri yeoja itu.
“Gwenchana?” tanyanya cemas
“kenapa pergi?” ujar Hana
Key tidak menjawab pertanyaan Hana, dia lekas menggendong yeoja itu dan membaringkannya dikasur. Key masih diam, dia menyelimuti Hana yang tidak melepas pandangannya dari Key. Key berlalu pergi namun tangan Hana menggenggam erat tangan Key.
“Kajima” ujarnya lirih
Key menengok, dia duduk dipinggir ranjang.
“Tidurlah” ujar Key pelan
“Mianhe” ucap Hana
“Aku tidak ingin membahasnya, cepatlah tidur”
“Key” *tatapan sendu*
*membalas tatapan Hana* “Jangan membantahku”

_Key pov_
Melihat matamu seolah dunia kembali ke masa lalu, jelas saja karena matamu adalah matanya. Aku baru menemukannya namun aku langsung kehilangan dirinya. Semua itu karenamu, menurutku. Aku membencimu lebih dari siapapun namun aku mencapai titik untuk tidak bisa menolak bahwa aku mencintaimu ketika sakit dihati ini masih belum disembuhkan. Kemana sebenarnya takdir akan membawaku, aku terjebak dalam permainan yang aku buat. Permainanku sudah aku akhiri, kini bolehkah aku menatap kehidupan yang nyata dengan mu??? luka, dendam, dan amarah bolehkah kita hapus semuanya??

PART 13

Key membereskan barang-barangnya di apartment. Pagi-pagi sekali Key sudah rapih dengan jas hitam dan kemeja putih. Key mengemasi barang-barang peninggalan Onew.
“Hyung, gomawo”
Key mengemudikan mobilnya menuju makam Hyungnya.
“Hyung aku mencintainya, tetapi aku terlalu bersalah untuk berada disampingnya, mianhe hyung aku sudah menyakiti yeoja yang sangat kau cintai, jeongmal mianhe”
“aah~hyung aku akan kembali ke Amerika siang ini, jaga dirimu eoh?”
“kenapa pergi?”
Key menengok kearah yeoja yang berdiri dibelakangnya dengan dress hitam dan rambut yang diurai.
“Noona, kau selalu cantik” gumam Key
“Hyung aku pamit eoh, anyeong” Key berlalu pergi
“Key!! Sampai kapan kau akan anggap aku seperti patung hahh??”
Key diam, menengok kearah Hana “apa yang kau harapkan dariku?”
Hana mendekati Key, dia mengecup kening Key.
Key menatap mata Hana “jangan bohong lagi, bisakah jujur untuk sekali ini?” ujar hana
“lupakanlah”
Hana menggenggam erat tangan Key “ajari aku cara melupakan semuanya, jika caramu berhasil, aku akan pergi, jika tidak, jangan halangi aku untuk menahanmu disini”
Key menatap Hana, dia menarik yeoja itu kedalam pelukannya.
“meskipun harus terus terluka, tapi aku tetap memilihmu untuk ada dihidupku” ujar yeoja itu
“paboya” tutur Key

~~~

Mereka duduk ditaman sore itu. Key membawa dua es krim ditangannya.
“gomawo” ucap Hana tersenyum
Hana bersandar dibahu Key. Key merangkul tubuh mungil Hana.
“noona ya, ada tiga kata yang ingin aku katakan padamu”
“mwoga?”
“mianhe.. aku sudah menyakitimu, aku sudah bersalah padamu, maaf untuk beberapa waktu yang menguras air matamu”
Hana menatap Key dalam-dalam.
“kedua, gomawo..kau kecewa namun masih bisa memercayaiku, gomawoyo”
“yang terakhir?” tanya Hana
“Saranghaeyo” Key mengecup kening Hana
Hana tersenyum “Katakan itu sekali lagi” pinta Hana manja
“kya! Noona, ingatlah berapa usiamu” Key menjitak kepala Hana
“berhenti memanggiku noona, kita hanya beda bulan kelahiran araseo!!!” Hana memonyongkan bibirnya.
“Noona neomu yeppo” Key tersenyum jahil

_Hana pov_
Aku tidak tahu ini normal atau tidak, jatuh cinta dengan kakak beradik yang memiliki sifat berbeda. Aku terluka karena kehilangan Onew, namun dongsaengnya memberi warna baru dalam hidupku, meskipun dia sempat menyakitiku tapi akhirnya kami tidak ingin berpisah. Aku dan Onew bertindak bodoh dan akhirnya kami saling menyakiti, aku tidak ingin hal itu terulang dengan Key namun kejadian beberapa waktu lalu membuat kami tidak ingin terpisah apapun alasannya.

END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s